Saya Cinta Fotografi

Mengawali hari dimana saat pertama kali menekuni dalam bidang fotografi, pada tahun 2015 silam. Pas banget ketika adanya sebuah event yang cukup ngehits dikalangan penggemar potret. Acara yang diadakan oleh pihak LA, lebih familiar yang kita kenal dengan pabrik rokok besar di Indonesia. Sponsor oleh pabrik rokok sudah pasti bukan acara yang biasa saja. Kebetulan saya mengetahui event acara ini dari sosial media, yakni instagram. Tanpa perlu berpikir mengarungi samudra lalu saya memutuskan untuk mengikuti acara tersebut. Awalnya berpikir hanya untuk mengetahui seluk beluk dunia foto itu seperti apa dan bagaimana. Pada acara tersebut juga terdapat pelatihan mengenai kamera. Acara ini tidak gratis, tiket masuk untuk mengikuti acaranya berbayar. Harus membayar Rp25.000 rupiah. Sesi pemotretan tema model on the street, peserta modelnya terdiri dari ada 4 orang.

. Akhirnya saya bergegas menuju ke lokasi acara. Yang saya ketahui bahwa acaranya dimulai pukul 7 malam waktu surabaya setempat. Akan tetapi elum banyak yang datang. Waktu berjalan sembari saya melihat-lihat lokasi sekitar. Semakin bertambahnya waktu semakin banyak orang yang berdatangan dengan membawa kamera serta peralatannya. Memang luar biasa fotografer yang hadir pada malam itu, peralatan kameranya bisa terbilang lengkap. Mulai lampu lightning, flash, lensa, memory card, dll lengkap dibawanya. Saya baru pertama kali ikut beginian, pikir saya acara dimulai jam 7 malam kaerna tertera demikian informasinya. Ya selalu saja dimanapun kita berada pasti ada yang kalau tidak jam karet itu enggak asik mungkin ya. Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, panitia sedang mempersiapkan peralatannya beserta membekali para model yang akan menghiasi acara. Begitu aba-aba dari panitia sudah dimulai, para model sudah mempersiapkan diri berdiri pada lokasinya masing-masing. Para fotografer sudah memulai aksi jepret dengan serius. Mempersiapkan angle”posisi sudut” yang pas supaya menghasilkan foto jepretan hasil yang memuaskan.

Saya menggunakan kamera Mirrorless Sony A3000 ya, teman-teman. Ternyata awal memotret itu enggak memikirkan shutter count, pokoknya jepret terus. Hahahaha. Maklum banget kan namanya baru belajar. Justru kalau awal sudah bisa itu namanya luar biasa berkah dari Tuhan dong. Ketika itu 1 orang model dengan 1 pose saja saya bisa ada lebih dari 20 hasil foto dan akhirnya hanya terpilih sekitar 5 foto saja diantara hasil jepretan sebanyak itu. Peserta yang mengikuti acara ini cukup banyak juga, perkiraan ada sekitar 75 orang. Mereka pada memaksimalkan peralatan kamera yang mereka bawa, mulai lensa yang super besar dan panjang hingga ada juga yang membawa lampu hingga 3 buah. Ya namanya terjun harus total dan maksimal. Sedangkan saya cuma menggunakan lensa kamera bawaan atau yang biasa kita kenal dengan sebutan lensa kit. Bermula dari yang hanya iseng ikut-ikutan, hingga saat ini masih menggeluti dalam bidang fotografi. 

Acara ini sebetulnya sudah sangat lama dari tahun 2016 yang lalu dan ditulisnya blog ini termasuk bagian dari reborn blog lama saya yang sudah hilang, akan tetapi saya masih menyimpan hasil jepretan untuk sekedar koleksi. Hingga akhirnya sekarang bisa tayang kembali dengan niat untuk kembali ke dunia blog. Dahulu dan sekarang adalah dua dunia yang jelas berbeda, kita harus move-on dari masa dahulu. Sekarang berusaha untuk lebih baik lagi dan terus berjuang. Sampai sekarang saya masih melakukan kegiatan foto tetapi bukan lagi untuk sesi foto model melainkan foto makanan dan foto kejadian disekitar kehidupan yang kita alami yang lebih kita kenal dengan human interest. Sekian dulu cerita dari saya pada post ini. Jangan lupa terus ikuti blog saya.

Terima kasih dan sampai jumpa di blog saya berikutnya dengan topik yang pasti enggak kalah keren.

Leave a Reply