Ini di DKI Jakarta. Dimana mendapat predikat sebagai kota terpadat, paling ramai, terkenal macet, dan masih banyak lagi. Saya masih mendapati angkutan umum roda 3 yang terkenal dengan sebutan Bajaj ini berkeliaran di Kota Jakarta. Angkutan umum yang memang dari pabrikan Bajaj itu sendiri. Saya bisa bilang bahwa ini sejenis kendaraan yang sudah cukup tua dan sudah tinggal menghitung bulan aja. Kenapa bisa demikian? Di Jakarta sendiri sudah terdapat angkutan modern yang didukung oleh pemerintahan setempat. Angkutan modern dengan fasilitas yang lebih menunjang kenyamanan penumpangnya, seperti adanya AC yang dingin, kursi yang empuk, hingga tarif terjangkau bahkan bisa terbilang sangat murah.

Saya rasa Bajaj roda 3 ini sendiri masih diminati hanya oleh kalangan tertentu saja seperti bila mereka yang berpergian pada tempat area wisata. Bagi yang ingin bernostalgia dengan suasana masa lampau kota Jakarta sangat cocok banget. Bahwasanya banyak generasi millenials sudah melupakan semua hal tersebut. Banyak dari mereka sudah sangat nyaman dengan memiliki kendaraan pribadi sendiri, sepeda motor maupun mobil pribadi.

Naik Bajaj panas? Hey bro sis, ya namanya jaman memang pasti mengalami pergeseran. Sekarang kan era digital, semua serba dimanjakan agar selalu terasa nikmat. Ada yang tenggelam dan ada yang naik ke permukaan. Bajaj tidak terdapat fasilitas AC. Yang ada ya udara alami angin sepoi-sepoi. Hingga post ini tayang pun saya belum pernah merasakan kesan menaiki kendaraan umum yang bernama Bajaj. Dengan bertambahnya hari demi hari, yang tidak berinovasi pasti bakal dimakan habis oleh hal yang tak khasat mata (baca: pergeseran jaman). Semoga kelak nanti ada anak muda yang bisa berinovasi terhadap angkutan umum bajaj ini. “Barangkali Bajaj ber AC juga cukup keren,” pikir saya.



Pin It on Pinterest

Share This